Saturday, January 17, 2009

Kebangkitan Islam yang Kedua

1. Kebangkitan Islam yang Kedua


Jika kita melihat dan mencermati kondisi dunia sekarang dengan seksama. Beberapa dari kita beranggapan bahwa dunia sekarang sudah selayaknya untuk dikiamatkan. Kerusakan yang terjadi di dunia ini sudah meluas ke seluruh aspek kehidupan manusia. Mulai dari system pendidikan yang memisahkan kehidupan dunia dengan Tuhan hingga system ekonomi kapitalis yang sangat menyengsarakan. Belum lagi dari sisi kebudayaan yang memuja nafsu dan merusakkan generasi penerus bangsa.
Rasulullah pernah bersabda :

Aku Tinggalkan untukmu dua perkara. Tidak akan sesat selamanya selagi kamu menuruti keduanya. Yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya (riwayat Imam Malik dan Anas)
Rasulullah SAW adalah Nabi dan Rosul penutup dan untuk umatnya hingga ke akhir zaman. Rasulullah SAW bukan saja untuk umat diwaktu Rasulullah SAW masih hidup tetapi untuk kita umat Islam hingga ke akhir zaman. Jadi sebenarnya Rasulullah SAW masih memantau umatnya hingga akhir zaman.
Karena kasih sayang Tuhan kepada hamba-hambaNya melalui lidah Rasulullah SAW ada janji-janji Tuhan atau Jadwal Tuhan yang akan terjadi, terutama di akhir zaman ini.
Rasulullah SAW bersabda :

“ Telah terjadi zaman Kenabian atas kamu, maka terjadilah zaman kenabian itu sebagaimana yang ALLAH kehendaki. Kemudian ALLAH mengangkat zaman itu. Kemudian terjadilah Zaman Kekhalifahan (khulafa’ ur Rasyidin) yang berjalan seperti Zaman Kenabian. Maka terjadilah zaman itu sebagaimana yg ALLAH kehendaki. Kemudian Allah Mengangkatnya, lalu terjadilah Zaman Pemerintahan yang Menggigit (Zaman Fitnah). terjadilah zaman itu sebagaimana yang ALLAH kehendaki. Kemudian ALLAH mengangkatnya pula. Kemudian terjadilah Zaman penindasan dan penzaliman (pemerintahan diktator) dan terjadilah Zaman itu sebagai mana yang ALLAH kehendaki. Kemudian terjadi pula zaman kekhalifahan (Imam Mahdi dan Nabi Isa) yang berjalan di atas cara hidup Zaman kenabian”. Kemudian baginda diam. (Riwayat Ahmad)
Sekarang sudah di kurun 15 Hijriah, hampir semua jadwal Tuhan sudah terjadi. Jika melihat kerusakan yang ada sekarang sejak jatuhnya Turki dari tangan Islam kita sekarang berada pada zaman penindasan dan penzaliman. Kalau kita melihat hadist diatas berarti setelah zaman ini kita akan memasuki zaman kekhalifahan atau zaman dimana Islam kebali bangkit dan berjaya di seluruh dunia seperti zaman kenabian. Sebelum dunia dikiamatkan Tuhan telah berjanji melalui Rasul-Nya, Rasulullah SAW, bahwa :

“Jika cuma tinggal sehari saja sebelum kiamat tiba, niscaya ALLAH pasti akan mengutuskan seorang lelaki dari kaum keluargaku yang akan memenuhi dunia ini dengan keadilan dan keseksamaan, seperti sebelumnya bumi ini dipenuhi oleh penindasan” (Sabda Rasulullah SAW dari Sayidina Ali R.A (Sunan Abu Dawud))
Dan telah mengeluarkan Abu Daud dan Tabrani dari Abdullah bin Mas'ud dari pada Nabi SAW sabdanya :
“Kalau tidak tinggal dari dunia kecuali sehari, niscaya Allah panjangkan hari itu sampai diutuskan kepadanya seorang lelaki dari keluargaku sama namanya dengan namaku dan nama ayahnya dengan ayahku dan dia memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana ia telah dipenuhi dengan kezaliman”

2. Cara Islam Bangkit
Mon, 2007-04-16 11:57 — admin
Dengan berpegang pada hadist-hadist Rasulullah SAW bahwa Islam akan bangkit untuk kedua kalinya, maka kita sebagai umat Islam harus mengetahui cara yang tepat untuk menagih kebangkitan Islam kedua.

Kebangkitan Islam kedua merupakan janji Tuhan untuk umat akhir zaman setelah kebangkitan Islam pertama yaitu zaman Rasulullah SAW dan para sahabat. Ini adalah suatu kasih sayang yang sangat besar dari Tuhan kepada hamba-hambaNya terutama umat Islam di akhir zaman. Namun kita mesti mengetahui cara atau sunatullah Islam diberi kemenangan oleh Tuhan atau dalam kata lain jalan untuk kebangkitan Islam kedua.
Dalam Islam, cara memperoleh kemenangan dan kejayaan tidak seperti orang bukan Islam mendapatkannya. Dalam Islam cara untuk memperoleh kemenangan dan kejayaan sangat berbeda dan memiliki cara atau sistem tersendiri. Yaitu melalui bantuan Tuhan, sehingga saat mendapat kemenangan dan kejayaan, umat Islam semakin merasakan kebesaran Tuhan, merasakan sangat memerlukan Tuhan, dan menjadi lebih cinta kepada Tuhan.
Kita sudah jauh dari zaman Rasulullah SAW hidup, tetapi kita masih dapat melihat dan belajar dari sejarah perjuangan para sahabat dan Rasulullah SAW saat itu. Dan juga ada sistem yang Tuhan berikan agar bara api Islam tetap menyala selepas Rasulullah SAW wafat. Meskipun Rasulullah SAW jasadnya sudah wafat namun menurut keyakinan atau I’tiqad Ahlussunah Wal Jamaah Ruh Rasulullas SAW sangat aktif dalam membantu dan ikut serta dalam perjuangan Islam hingga ke akhir zaman karena Rasulullah adalah Nabi dan Rasul yang terakhir dan untuk Umat Islam hingga ke akhir zaman.
Kalau kita melihat sejarah Islam dalam mendapatkan kemenangan dan kejayaan, cara atau sistemnya tidak seperti sistem yang ada saat itu. Tidak memakai sistem barat, seperti demokrasi, kapitalisme, atau sistem manapun. Dalam Al Qur’an diceritakan pada Surat Al Baqarah ayat 246 – 247, Tuhan mengajarkan kepada manusia yang ditimpa masalah besar untuk menyelesaikan masalah mereka dengan bertanya kepada Tuhan melalui orang yang dekat dengan Tuhan. Atau dengan kata lain bertanya kepada Tuhan melalui orang Tuhan. Di Zaman itu, Bani Israel meminta tolong kepada Nabi Samuel untuk berdoa meminta petunjuk Tuhan agar di turunkan seorang pemimpin yang dapat memecahkan masalah mereka. Lalu Nabi Samuel pun berdoa dan dengan wahyu dari Tuhan, Nabi Samuel menyatakan bahwa Tuhan telah menunjuk Thalut Sebagai pimpinan umat di waktu itu untuk melawan musuhnya. Dan dengan Izin Allah mereka memenangkan pertempuran. Padahal Thalut hanya seorang petani yang tidak dikenal oleh kebanyakan masyarakat di zamannya. Ia tidak memiliki pengalaman apapun dalam bidang ekonomi, politik, apa lagi militer. Tetapi begitulah bila Tuhan sudah berkehendak, maka Tuhan pilih pemimpin-Nya dan Tuhan turunkan bantuan-Nya.
Tapi bagaimana dengan kita umat di akhir zaman ini yang sudah ditinggal oleh Rasulullah SAW? Bagaimana kita dapat mengubah nasib kita? Rasulullah pernah bersabda :

ALLAH mengutuskan pada ummat ini di setiap awal 100 tahun, orang yang akan memperbaharui urusan agama-Nya (mujaddid) (Riwayat Abu Dawud)
Yang dimaksudkan dengan hadist ini adalah selepas WAFAT nya Rasulullah SAW, di setiap awal 100 tahun hijriah Tuhan akan mengutus seorang hamba-Nya ke dunia, yang tugasnya untuk menghidupkan kembali ajaran Islam di kurun itu. Orang ini tidak membawa ajaran baru, tetapi menunjukkan kepada manusia cara mengamalkan Islam dengan tepat dan indah di zamannya.
Pada orang orang seperti inilah Jadwal Tuhan yang ada di sela-sela ratusan ribu hadist Rasulullah itu, yang berlaku untuk zaman itu, akan di ungkapkan secara DETAIL.
Bahkan keberadaan mujaddid ini sendiri termasuk dalam Jadwal Tuhan juga. Sudah tercatat rapi dalam sejarah nama para mujaddid yang lahir di setiap awal kurun. Bermula dari Sayidina Umar Bin Abdul Aziz, Imam Syafi’i, Iman Abu Hasan Al Ashaari, Imam Ghazali, Imam Sayuti, dan lain lain lagi. Sampai saat ini semuanya sudah berjumlah 14 orang. Kita dunia sedang menanti mujaddid kurun ke 15. Kita beruntung berada di Awal Kurun ini.
Pemimpin atau Mujaddid ini akan mengembalikan fitrah manusia dan mengajak manusia kepada Tuhan. Jika manusia telah dekat dengan Tuhan maka Tuhan akan membantu dan membela umat Islam sehingga Umat Islam diberi kemenangan dan kejayaan. Kaedah atau sistem ini juga dilakukan di zaman para sahabat. Para sahabat 13 tahun dikenalkan oleh Rasulullah SAW dengan Tuhan hingga para sahabat mabuk dengan Tuhan, baru tahun ke 11 kenabian syariat pertama tentang shalat baru turun. Sehingga para sahabat melaksanakan syariat atas dasar cinta kepada Tuhan bukan karena terpaksa atau dipaksa.
Begitulah sistem Tuhan untuk mengembalikan kejayaan dan kemenangan Islam. Harus ada Pemimpin yang Tuhan tunjuk dan ada pengikut dan sistem yang mengikutinya atau dalam kata lain pemimpin itu mesti bersama dengan jamaahnya. Pemimpin ini bukan ditunjuk-tunjuk oleh manusia dengan sistem demokrasi tetapi ditunjuk oleh Tuhan melalui orang Tuhan. Begitu juga dengan kebangkitan Islam kedua, cara dan jalannya seperti itu, mesti ada pemimpin yang ditunjuk oleh Tuhan untuk memulai kebangkitan Islam kedua.

3. Tempat Terjadinya Kebangkitan Islam Kedua

Kita telah melihat hadist-hadist tentang Kebangkitan Islam kedua. Hadist-hadist itu menyebutkan janji Tuhan tentang kebangkitan Islam kedua di akhir zaman ini. Kita telah ketahui bahwa ciri-ciri zaman zekarang adalah telah memenuhi ciri-ciri akhir zaman. Kerusakan ada dimana-mana. Hampir semua aspek kehidupan manusia telah jauh dari Tuhan. Islam sudah tidak memiliki jati dirinya. Islam sudah dipandang sebelah mata oleh musuh-musuh Islam. Bukan karena besarnya musuh-musuh Islam, tapi karena lemahnya umat Islam itu sendiri. Kita telah ketahui bahwa banyak negara-negara Islam yang kaya raya, menjadi “ceti dunia” atau dengan kata lain negara donor. Tapi apa yang terjadi? Mengapa Islam tidak dipandang megah? Hal itu terjadi karena umat Islam sudah seperti buih di lautan dan telah terkena penyakit Al Wahan. Seperti hadist Rasulullah SAW :
Rasulullah SAW bersabda: “Setelah aku wafat, setelah lama aku tinggalkan, umat Islam akan lemah. Di atas kelemahan itu, orang kafir akan menindas mereka bagai orang yang makan dengan rakus.” Sahabat bertanya, “Apakah ketika itu umat Islam lemah dan musuh sangat kuat?” Sabda Rasulullah, “Bahkan masa itu mereka lebih ramai tetapi tidak berguna, tidak berarti dan tidak menakutkan musuh. Mereka ibarat buih di laut.” Sahabat bertanya lagi, “Mengapa seramai itu tetapi seperti buih di laut?” Jawab Rasulullah, “Karena ada dua penyakit yaitu mereka ditimpa penyakit Al Wahan.” Sahabat bertanya lagi, “Apakah itu Al Wahan?” Rasulullah bersabda, “Cinta dunia dan takut mati".
Tetapi dengan keadaan seperti itu Tuhan berjanji melalui lidah Rasulullah bahwa Islam akan kembali bangkit untuk kedua kalinya di akhir zaman ini. Hadist Rasulullah SAW :
Dan telah mengeluarkan Abu Daud dan Tabrani dari Abdullah bin Mas'ud dari pada Nabi SAW sabdanya “Kalau tidak tinggal dari umur dunia kecuali sehari, nescaya Allah panjangkan hari itu sampai diutuskan kepadanya seorang lelaki (Al Mahdi) dari keluargaku sama namanya dengan namaku dan nama ayahnya dengan ayahku dan dia memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana ia telah dipenuhi dengan kezaliman”.
Bagaimana pun kerusakan di dunia, Tuhan telah berjanji melalui Rasulullah SAW, Islam pasti akan kembali bangkit untuk kedua kalinya.
Di hadist lain disebutkan bahwa :
Dan telah mengeluarkan Ibni Abi Syaibah dan Nu'aim bin Hammad dalam Al Fitan dan Ibnu Majah dan Abu Nu'aim dari Ibnu Mas'ud, katanya : “Ketika kami berada di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba datang sekelompok anak-anak muda dari kalangan Bani Hasyim. Apabila terlihat akan mereka, maka kedua mata Rasulullah berlinang air mata dan wajah beliau berubah. Akupun bertanya : “Mengapakah kami melihat pada wajahmu, sesuatu yang kami tidak sukai?”. Beliau menjawab : “Kami Ahlul bait telah Allah pilih untuk kami akhirat lebih dari dunia, kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran sepeninggalanku kelak, sampai datangnya suatu kaum dari sebelah Timur yang membawa bersama mereka panji-panji berwarna hitam. Mereka meminta kebaikan , tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kemenangan. Lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu, tetepi mereka tidak menerimanya hingga mereka menyerahkannya kepada seorang lelaki dari kaum kerabatku yang memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana bumi dipenuhi dengan kedurjanaan. Siapa diantara kamu yang sempat menemuinya, maka datangilah mereka walalupun merangkak di atas salji. Sesungguhnya dialah Al Mahdi.”
Telah mengeluarkan Tabrani dalam Al Ausat, dari Ibnu Umar bahwa Nabi SAW telah mengambil tangan Ali dan bersabda : “Akan keluar dari sulbi ini pemuda yag memenuhi dunia dengan keadilan (Imam Mahdi). Bilamana kamu melihat yang demikian itu, maka wajib kamu mencari Pemuda dari Bani Tamim, dia datang dari sebelah Timur dan dia adalah pemegang panji-panji Al Mahdi”. (dari kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti)

Dari Tsauban R.A, dia berkata, telah bersabda Rasulullah SAW, akan datang Panji Panji Hitam dari sebelah Timur, seolah olah hati mereka kepingan kepingan besi. Barangsiapa mendengar tentang mereka, hendaklah datang kepada mereka dan berbaiatlah kepada mereka sekalipun merangkak diatas salju. (dikeluarkan dari Al Hasan bin Sofyan dari Al hafiz Abu Nuaim) (dari kitab Al Hawi lil fatawa oleh Imam Sayuti)

Dari Hadist-hadist diatas, kebangkitan Islam kedua ternyata akan dimulai dari Timur. Tetapi pertanyaanya Timur sebelah mana? Jika kita melihat pola penyebaran Islam ketimur oleh para sahabat dan para tabiin, tabiut tabiin serta para pejuang-pejuang dahulu, kita akan melihat bahwa mereka bergerak kearah Timur hingga berhenti ke wilayah Asia Tenggara ini. Telah kita ketahui menurut sejarah bahwa PengIslaman Indonesia banyak dilakukan oleh saudagar-saudagar dari hujurat. Tapi sebenarnya pedagang-pedagang dari hujurat itulah utusan-utusan dari khalifah-khalifah Islam zaman itu untuk mengislamkan timur. Rasulullah memang tidak menyebutkan Timur sebelah mana. Tetapi jika kita kaji, kita lihat sejarah dengan teliti maka kita akan dapat melihat suatu pola yang cukup memberi alasan logis mengapa Asia Tenggara adalah Timur yang dimaksudkan.
Contoh saja Jawa atau Nusantara secara umumnya. Sebelum Islam masuk, Nusantara adalah daerah beragama budha-hindu dan menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Lalu datanglah beberapa gelombang wali-wali yang langsung berasal dari timur tengah. Mereka terkenal dengan sebutan wali songo. Banyak ditemukan di beberapa daerah di Indonesia makam para wali-wali. Bahkan di daerah Barus, Sumatra Utara, ditemukan makam Sahabat Rasulullah yang di nisan tersebut bernama Syeikh Rukunuddin.
Jika kita cermati lagi setelah Indonesia dijajah selama 350 Tahun oleh penjajah Belanda saat itu yang salah satu misinya adalah mengkafirkan umat Islam di Nusantara, tetapi ternyata umat Islam dia Asia Tenggara tidak dapat di musnahkan, malah semakin membesar. Hal ini tidak terjadi di Afrika. Penjajahan di Afrika dapat mengubah agama di sana yang semula Islam menjadi bukan Islam. Kita bisa melihat sejarah Senegal, Mali, Nigeria dan sebagainya.
Selain itu, di tanah Nusantara ini kepercayaan terhadap Imam Mahdi sangat kuat. Mereka mengenalnya dengan nama Ratu Adil. Hal ini berkat dari para wali dan juga kitab-kitab yang ada di nusantara ini yaitu joyoboyo:babad cirebon.
Mengapa hal itu terjadi?Mengapa para wali atau yang disebut oleh ahli sejarah sebagai pedagang dari Hujarat itu datangnya ke Tanah Air, tidak ke China, ke Roma, atau Persia yang waktu itu menjadi Empire. Jawabannya adalah karena mereka menagih janji Tuhan melalui Rasulullah SAW bahwa Islam akan bangkit untuk kedua kalinya di bumi sebelah Timur. Hati mereka digerakan oleh Tuhan untuk mempersiapkan timur ini. Kita adalah orang Timur. Sebenarnya ini adalah kasih sayang Tuhan kepada kita. Hanya Melayulah bangsa yang belum pernah memegang kekuasaan dunia. Tetapi Tuhan menjanjikannya melalui Kebangkitan Islam kedua.

4. Tokoh Kebangkitan Islam Kedua
Mon, 2007-04-16 12:44 — admin
Pemimpin yang dijanjikan dalam kilasan sejarah Islam
Kemenangan dan kejayaan umat Islam selalu dimulai dari lahirnya seorang pemimpin yang ditunjuk oleh Tuhan. Dalam sejarah agama Islam, Dalam sejarah Umat Islam beberapa kali Allah menjanjikan adanya kemenangan umat Islam di bawah seorang pemimpin, dan beberapa janji itu telah terwujud. Salah satu diantaranya adalah jatuhnya Konstantinopel kepada umat Islam. Rasulullah SAW bersabda :

Konstantinopel akan jatuh ke tangan seorang pemimpin yang baik lagi beragama, (tentaranya) tidak melampaui batas, tidak mencuri dan (rakyatnya) tidak menipu dan tidak bergaul bebas (Riwayat Abu Dawud)
Mengenai pemimpin di akhir zaman, Rasulullah SAW bersabda
:
“Akan keluar dari sulbi ini seorang pemuda yang akan memenuhi bumi ini dengan keadilan. Maka apabila kamu meyakini demikian itu, hendaklah kamu bersama Pemuda dari Bani Tamim itu. Sesungguhnya dia datang dari sebelah Timur dan Dialah pemegang Panji Panji Al Mahdi. " (Riwayat Ahmad)
Daripada Al Hassan, bahwasanya Nabi menyebut akan bala yang menimpa keluarganya sehinggalah ALLAH mengutus Panji Panji Hitam dari Timur, barangsiapa yang menolongnya, ALLAH akan menolongnya dan barangsiapa yang menghinanya ALLAH akan menghinanya, hinggalah mereka itu mendatangi seorang lelaki yang namanya seperti namaku. Mereka pun melantiknya memimpin mereka, maka ALLAH pun membantu dan menolongnya

Dari Abdullah Bin Mas’Ud dia berkata : Ketika kami berada di sisi Rasulullah SAW tiba tiba datang sekumpulan anak muda dari kalangan bani Hasyim. Apabila terpandang akan mereka, maka kedua mata Rasulullah SAW berlinang air mata dan wajah Baginda berubah. Aku pun bertanya,”Mengapakah kami melihat pada wajahmu sesuatu yang tidak kami sukai?” Baginda menjawab, “kami ahlul bait telah ALLAH pilih untuk kami akhirat lebih dari dunia. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran selepasku kelak sehinggalah datang suatu kaum dari sebelah timur dengan membawa bersama sama mereka panji panji berwarna hitam. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kejayaan lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu tetapi mereka tidak menerimanya sehinggalah mereka menyerahkannya kepada seorang lelaki dari kaum kerabatku yang memenuhi bumi ini dengan keadilan sebagaimana ia dipenuhi oleh kedurjanaan. Barangsiapa diantara kamu yang sempat menemuinya, maka datangilah mereka, walaupun merangkak diatas salju. Sesungguhnya dia adalah AL MAHDI . (Sunan at-Tarmizi, Jilid 9; Sunan Abu Daud, Jilid 5).
Nabi SAW bersabda:
"Allah akan mengeluarkan dari persembunyiannya al-Mahdi (iaitu) dari kalangan kaum keluargaku sejurus sebelum hari kiamat walaupun kiamat itu cuma tinggal sehari sahaja. Dia akan menyebarkan keadilan dan kesaksamaan di atas muka bumi ini dan menghapuskan kezaliman dan penindasan." (Musnad Ahmad Ibnu Hanbal, Jilid 1)
Telah jelas di beberapa hadist di atas bahwa aktor kebangkitan Islam kedua tak lain adalah Imam Mahdi atau Muhammad bin Abdullah kedua. Dialah orang yang paling ditakuti musuh-musuh Islam di akhir zaman. Imam Mahdi adalah seorang laki-laki yang ciri-cirinya telah diberi tahu oleh Rasulullah SAW. Namanya seperti nam Rasulullah, nama ayahnya seperti nama Ayah Rasulullah dan dia adalah keturunan Rasulullah SAW. Jadi ciri-ciri ini adalah jelas, Namanya adalah Muhammad Bin Abdullah, bukan Muhammad bin fulan atau bin yang lain. Imam Mahdi akan mendapatkan pemerintahan dalam semalam. Tetapi sebelumnya ada seorang tokoh lagi yang mempersiapkan tapak bagi Imam Mahdi. Tokoh ini adalah tangan kanan Imam Mahdi yang nanti akan memberikan kekuasaan yang telah didapatkannya hanya dalam semalam kepada Imam Mahdi. Tokoh yang jarang disebutkan ini adalah Putera Bani Tamim atau Pemuda Bani Tamim atau Al Mansyur atau Sueb bin Shaleh atau Fata At Tamimi. Dia datang dari Timur dan dia lah pembawa panji-panji hitam. Tentang Putera Bani Tamim ini jarang dibahas karena hadist-hadist mengenai tokoh ini sudah banyak di hancurkan oleh musuh terutama saat penyerangan Mongol kepada Umat Islam.
Namun, siapa saja yang mendengar tentang Putera Bani Tamim, Rasulullah meminta kita untuk mendatanginya walapun merangkak diatas salju. Karena pada dialah panji-panji Al Mahdi ada, pada dialah kunci-kunci tapak kebangkitan Islam kedua sebelum diserahkan kepada Imam Mahdi. Pemuda Bani Tamim datang dari Timur. Banyak ulama-ulama muntabar yang menyatakan Timur yang dimaksud adalah Asia Tenggara. Pemuda Bani Tamim akan mendapatkan kekuasaan atau sebuah pemerintahan di Timur. Selanjutnya kekuasaan itu akan diserahkan kepada Imam Madi atau Muhammad bin Abdullah kedua.
Jika begitu, bagaimana sikap kita sebagai umat Islam di Timur yang berada di akhir zaman? Carilah Fata At Tamimi, karena hanya pada dialah kunci-kunci Al Mahdi berada.
Hadist-hadist tentang Imam Mahdi adalah mutawatir maknawi. Banyak yang menyebutkan, dan juga ada di kitab-kitab ulama-ulama muktabar. Beberapa diantaranya sebagai referensi disebutkan di bawah ini :
1. Sahih al-Bukhari, Kitab Bad’ ul-Khalq wa Nuzul Isa, Jilid 4.
2. Imam Muslim, Sahih Muslim, Jilid 1, Jilid 2, Bab Nuzul Isa, Bab 1
3. Imam Abu Daud, Sunan Abu Daud, Jilid 2, Jilid 3 & Jilid 5.
4. Imam at-Tarmizi, Sahih at-Tarmizi, Jilid 2, Jilid 9.
5. Imam Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, Jilid 2.
6. Imam Ahmad bin Hanbal, Musnad Imam Ahmad, Jilid 1 & Jilid 3.
7. Imam an-Nasaie, Sunan an-Nasaie.
8. Imam Al-Hakim, Mustadrak as-Sahihain, Jilid 4.
9. Imam Ibnu Hajar al-Haitami, As-Sawa’iqul Muhriqah.
10. Imam Ibnu Hajar al-Haitami, Al-Qaulul Mukhtasar fi Alamatil Mahdiyul Muntazar.
11. Imam Ibnu Tawus, Kitabul Malahim wal Fitan.
12. Imam at-Tabrani, Al-Majma’.
13. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Fathul Bari, Jilid 7.
14. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Tahzibus Sabit, Jilid 9.
15. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Fathul Bari, Jilid 7.
16. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Nuzhatun Nazar.
17. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Lisanul Mizan, Jilid 1.
18. Ibnu Sabbagh al-Maliki, Al-Fusulul Muhimmah, Jilid 12.
19. Imam Mahyuddin Ibnu Arabi al-Hatimi, Al-Futuhatul Makkiyah.
20. Fathul Muhimmah (edisi kedua).
21. Futuhatul Islamiyah, (edisi Makkah) Jilid 2.
22. Imam As-Suyuti, Kitab Al-Hawi Lil Fatawa, Jilid 2.
23. Imam As-Suyuti, Al-Urful Wardi.
24. Imam As-Suyuti, Alamat Qiyamat.
25. Imam As-Suyuti, Al-Jami’us Saghir.
26. Imam As-Syakrani, Tanbihul Mughtarrin.
27. Ibnu Asir, Kamilut Tawarikh, Jilid 1.
28. Al-Yaaqubi, Tarikh, Jilid 3.
29. Imam Syamsuddin Abu Abdillah al-Ansari Al-Qurtubi, At-Tazkirah Fi Ahwalul Mauta wa
30. Ahwalul Akhirah.
31. Imam Al-Baihaqi, Sunanul Kubra.
32. Ibnu Asakir, Tarikh, Jilid 4.
33. Imam at-Tabari, Tarikhul Umam Wal Muluk (Tarikh at-Tabari), Jilid 7.
34. Imam Ibnu Kasir, Alamat Yaumul Qiyamah.
35. Imam As-Sakhawi, Fathul Mughith, Jilid 3.
36. Imam Az-Zurqani, Syarhul Mawahibul Ladunniyyah, Jilid 5.
37. Imam Ali bin Abu Bakar al-Haitami, Majma’ul Zawaid (ed. Kaherah), Jilid 7.
38. Said Muhammad Hasan, Al-Mahdiyah fil Islam (Kaherah, 1373H).
39. Kanzul Ummal, Jilid 7.
40. Al-Hafiz Abu Nuaim, Aqdud Durar Fi Akhbaril Mahdiyul Muntazar, Jilid 12, Bab 1.
41. Kanji As-Syafie, Al-Bayan fi Akhbar Sahibuz Zaman, Bab 12.
42. Ubaidallah Hindi Hanafi, Arjahul Matalib.
43. Imam Abu Bakar al-Iskafi, Fawa’idul Akhbar.
44. Imam Abu Bakar al-Iskafi, ‘Aqdud Durar fi Akhbaril Muntazar.
45. Muhammad Taisir Zibyan, Ahlul Kahfi.
46. Abul Fadhal Abdullah bin as-Siddiq al-Husaini al-Idrisi al-Maliki, Ph.D., Al-Mahdiyul Muntazar.
47. Syeikh Osman Jalaluddin, Ad-Durratun Nafi’ah fi Isyaratus Sa’ah, Bahagian 1 & 2.
48. Pehin Datu Seri Maharaja Dato’ Seri Utama Sahibul Fadhilah Haji Ismail bin Omar Abdul Aziz, Ringkasan Akidah Ahli Sunnah wal Jemaah.
49. Yusuf bin Yahya bin Ali bin Abdul Aziz al-Maqdisi asy-Syafie as-Sullami, Aqdud Durar fi Akhbaril Muntazar.
50. Mustaffa Suhaimi, Al Mahdi Nama Yang Paling Dipertikai dan Sering Dieksploit Sepanjang Sejarah Umat Islam.
51. Ustaz Haji Ashaari Muhammad, Siapa Mujaddid Kurun Kelima Belas?
52. Ustaz Haji Ashaari Muhammad, Aurad Muhammadiah Pegangan Darul Arqam, Sekaligus Menjawab Tuduhan.
53. Ustaz Haji Ashaari Muhammad, Berhati-hati Membuat Tuduhan.
54. HM Thalib Lubis, Imam Mahadi.
55. Muhammad Labib Ahmad, Siapa Imam Mahadi?
56. Ibnu Khaldun, al-Muqaddimah (edisi Kaherah).
57. Ahmad Thompson, Dajjal, The King Who Has No Clothes.
58. Muhammad As-Saban, As’afur Raghibin.
59. Shablanji, Nurul Absar.
60. Allamah Ahmad bin Muhammad bin Siddiq al-Ghumari al-Husni, Abrazul Waham al-Maknun.
61. Imam Nuaim bin Hammad, Al-Fitan.
62. Ahmad bin Jaafar bin Al-Munadi, Kitabul Malahim.
63. Hamud bin Abdullah at-Tuwaijiri, Al-Ihtijaj bil Asar ‘Ala Man Ankaral Mahdiyul Muntazar.
64. BAHEIS, JPM Malaysia, Mastika Hadis (Jilid 1).


2. Cara Islam Bangkit
Mon, 2007-04-16 11:57 — admin
Dengan berpegang pada hadist-hadist Rasulullah SAW bahwa Islam akan bangkit untuk kedua kalinya, maka kita sebagai umat Islam harus mengetahui cara yang tepat untuk menagih kebangkitan Islam kedua.
Kebangkitan Islam kedua merupakan janji Tuhan untuk umat akhir zaman setelah kebangkitan Islam pertama yaitu zaman Rasulullah SAW dan para sahabat. Ini adalah suatu kasih sayang yang sangat besar dari Tuhan kepada hamba-hambaNya terutama umat Islam di akhir zaman. Namun kita mesti mengetahui cara atau sunatullah Islam diberi kemenangan oleh Tuhan atau dalam kata lain jalan untuk kebangkitan Islam kedua.
Dalam Islam, cara memperoleh kemenangan dan kejayaan tidak seperti orang bukan Islam mendapatkannya. Dalam Islam cara untuk memperoleh kemenangan dan kejayaan sangat berbeda dan memiliki cara atau sistem tersendiri. Yaitu melalui bantuan Tuhan, sehingga saat mendapat kemenangan dan kejayaan, umat Islam semakin merasakan kebesaran Tuhan, merasakan sangat memerlukan Tuhan, dan menjadi lebih cinta kepada Tuhan.
Kita sudah jauh dari zaman Rasulullah SAW hidup, tetapi kita masih dapat melihat dan belajar dari sejarah perjuangan para sahabat dan Rasulullah SAW saat itu. Dan juga ada sistem yang Tuhan berikan agar bara api Islam tetap menyala selepas Rasulullah SAW wafat. Meskipun Rasulullah SAW jasadnya sudah wafat namun menurut keyakinan atau I’tiqad Ahlussunah Wal Jamaah Ruh Rasulullas SAW sangat aktif dalam membantu dan ikut serta dalam perjuangan Islam hingga ke akhir zaman karena Rasulullah adalah Nabi dan Rasul yang terakhir dan untuk Umat Islam hingga ke akhir zaman.
Kalau kita melihat sejarah Islam dalam mendapatkan kemenangan dan kejayaan, cara atau sistemnya tidak seperti sistem yang ada saat itu. Tidak memakai sistem barat, seperti demokrasi, kapitalisme, atau sistem manapun. Dalam Al Qur’an diceritakan pada Surat Al Baqarah ayat 246 – 247, Tuhan mengajarkan kepada manusia yang ditimpa masalah besar untuk menyelesaikan masalah mereka dengan bertanya kepada Tuhan melalui orang yang dekat dengan Tuhan. Atau dengan kata lain bertanya kepada Tuhan melalui orang Tuhan. Di Zaman itu, Bani Israel meminta tolong kepada Nabi Samuel untuk berdoa meminta petunjuk Tuhan agar di turunkan seorang pemimpin yang dapat memecahkan masalah mereka. Lalu Nabi Samuel pun berdoa dan dengan wahyu dari Tuhan, Nabi Samuel menyatakan bahwa Tuhan telah menunjuk Thalut Sebagai pimpinan umat di waktu itu untuk melawan musuhnya. Dan dengan Izin Allah mereka memenangkan pertempuran. Padahal Thalut hanya seorang petani yang tidak dikenal oleh kebanyakan masyarakat di zamannya. Ia tidak memiliki pengalaman apapun dalam bidang ekonomi, politik, apa lagi militer. Tetapi begitulah bila Tuhan sudah berkehendak, maka Tuhan pilih pemimpin-Nya dan Tuhan turunkan bantuan-Nya.
Tapi bagaimana dengan kita umat di akhir zaman ini yang sudah ditinggal oleh Rasulullah SAW? Bagaimana kita dapat mengubah nasib kita? Rasulullah pernah bersabda :

ALLAH mengutuskan pada ummat ini di setiap awal 100 tahun, orang yang akan memperbaharui urusan agama-Nya (mujaddid) (Riwayat Abu Dawud)
Yang dimaksudkan dengan hadist ini adalah selepas WAFAT nya Rasulullah SAW, di setiap awal 100 tahun hijriah Tuhan akan mengutus seorang hamba-Nya ke dunia, yang tugasnya untuk menghidupkan kembali ajaran Islam di kurun itu. Orang ini tidak membawa ajaran baru, tetapi menunjukkan kepada manusia cara mengamalkan Islam dengan tepat dan indah di zamannya.
Pada orang orang seperti inilah Jadwal Tuhan yang ada di sela-sela ratusan ribu hadist Rasulullah itu, yang berlaku untuk zaman itu, akan di ungkapkan secara DETAIL.
Bahkan keberadaan mujaddid ini sendiri termasuk dalam Jadwal Tuhan juga. Sudah tercatat rapi dalam sejarah nama para mujaddid yang lahir di setiap awal kurun. Bermula dari Sayidina Umar Bin Abdul Aziz, Imam Syafi’i, Iman Abu Hasan Al Ashaari, Imam Ghazali, Imam Sayuti, dan lain lain lagi. Sampai saat ini semuanya sudah berjumlah 14 orang. Kita dunia sedang menanti mujaddid kurun ke 15. Kita beruntung berada di Awal Kurun ini.
Pemimpin atau Mujaddid ini akan mengembalikan fitrah manusia dan mengajak manusia kepada Tuhan. Jika manusia telah dekat dengan Tuhan maka Tuhan akan membantu dan membela umat Islam sehingga Umat Islam diberi kemenangan dan kejayaan. Kaedah atau sistem ini juga dilakukan di zaman para sahabat. Para sahabat 13 tahun dikenalkan oleh Rasulullah SAW dengan Tuhan hingga para sahabat mabuk dengan Tuhan, baru tahun ke 11 kenabian syariat pertama tentang shalat baru turun. Sehingga para sahabat melaksanakan syariat atas dasar cinta kepada Tuhan bukan karena terpaksa atau dipaksa.
Begitulah sistem Tuhan untuk mengembalikan kejayaan dan kemenangan Islam. Harus ada Pemimpin yang Tuhan tunjuk dan ada pengikut dan sistem yang mengikutinya atau dalam kata lain pemimpin itu mesti bersama dengan jamaahnya. Pemimpin ini bukan ditunjuk-tunjuk oleh manusia dengan sistem demokrasi tetapi ditunjuk oleh Tuhan melalui orang Tuhan. Begitu juga dengan kebangkitan Islam kedua, cara dan jalannya seperti itu, mesti ada pemimpin yang ditunjuk oleh Tuhan untuk memulai kebangkitan Islam kedua.
3. Tempat Terjadinya Kebangkitan Islam Kedua
Mon, 2007-04-16 11:52 — admin
Kita telah melihat hadist-hadist tentang Kebangkitan Islam kedua. Hadist-hadist itu menyebutkan janji Tuhan tentang kebangkitan Islam kedua di akhir zaman ini. Kita telah ketashui bahwa ciri-ciri zaman zekarang adalah telah memenuhi ciri-ciri akhir zaman. Kerusakan ada dimana-mana. Hampir semua aspek kehidupan manusia telah jauh dari Tuhan. Islam sudah tidak memiliki jati dirinya. Islam sudah dipandang sebelah mata oleh musuh-musuh Islam. Bukan karena besarnya musuh-musuh Islam, tapi karena lemahnya umat Islam itu sendiri. Kita telah ketahui bahwa banyak negara-negara Islam yang kaya raya, menjadi “ceti dunia” atau dengan kata lain negara donor. Tapi apa yang terjadi? Mengapa Islam tidak dipandang megah? Hal itu terjadi karena umat Islam sudah seperti buih di lautan dan telah terkena penyakit Al Wahan. Seperti hadist Rasulullah SAW :
Rasulullah SAW bersabda: “Setelah aku wafat, setelah lama aku tinggalkan, umat Islam akan lemah. Di atas kelemahan itu, orang kafir akan menindas mereka bagai orang yang makan dengan rakus.” Sahabat bertanya, “Apakah ketika itu umat Islam lemah dan musuh sangat kuat?” Sabda Rasulullah, “Bahkan masa itu mereka lebih ramai tetapi tidak berguna, tidak berarti dan tidak menakutkan musuh. Mereka ibarat buih di laut.” Sahabat bertanya lagi, “Mengapa seramai itu tetapi seperti buih di laut?” Jawab Rasulullah, “Karena ada dua penyakit yaitu mereka ditimpa penyakit Al Wahan.” Sahabat bertanya lagi, “Apakah itu Al Wahan?” Rasulullah bersabda, “Cinta dunia dan takut mati".
Tetapi dengan keadaan seperti itu Tuhan berjanji melalui lidah Rasulullah bahwa Islam akan kembali bangkit untuk kedua kalinya di akhir zaman ini. Hadist Rasulullah SAW :
Dan telah mengeluarkan Abu Daud dan Tabrani dari Abdullah bin Mas'ud dari pada Nabi SAW sabdanya “Kalau tidak tinggal dari umur dunia kecuali sehari, nescaya Allah panjangkan hari itu sampai diutuskan kepadanya seorang lelaki (Al Mahdi) dari keluargaku sama namanya dengan namaku dan nama ayahnya dengan ayahku dan dia memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana ia telah dipenuhi dengan kezaliman”.
Bagaimana pun kerusakan di dunia, Tuhan telah berjanji melalui Rasulullah SAW, Islam pasti akan kembali bangkit untuk kedua kalinya.
Di hadist lain disebutkan bahwa :
Dan telah mengeluarkan Ibni Abi Syaibah dan Nu'aim bin Hammad dalam Al Fitan dan Ibnu Majah dan Abu Nu'aim dari Ibnu Mas'ud, katanya : “Ketika kami berada di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba datang sekelompok anak-anak muda dari kalangan Bani Hasyim. Apabila terlihat akan mereka, maka kedua mata Rasulullah berlinang air mata dan wajah beliau berubah. Akupun bertanya : “Mengapakah kami melihat pada wajahmu, sesuatu yang kami tidak sukai?”. Beliau menjawab : “Kami Ahlul bait telah Allah pilih untuk kami akhirat lebih dari dunia, kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran sepeninggalanku kelak, sampai datangnya suatu kaum dari sebelah Timur yang membawa bersama mereka panji-panji berwarna hitam. Mereka meminta kebaikan , tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kemenangan. Lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu, tetepi mereka tidak menerimanya hingga mereka menyerahkannya kepada seorang lelaki dari kaum kerabatku yang memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana bumi dipenuhi dengan kedurjanaan. Siapa diantara kamu yang sempat menemuinya, maka datangilah mereka walalupun merangkak di atas salji. Sesungguhnya dialah Al Mahdi.”
Telah mengeluarkan Tabrani dalam Al Ausat, dari Ibnu Umar bahwa Nabi SAW telah mengambil tangan Ali dan bersabda : “Akan keluar dari sulbi ini pemuda yag memenuhi dunia dengan keadilan (Imam Mahdi). Bilamana kamu melihat yang demikian itu, maka wajib kamu mencari Pemuda dari Bani Tamim, dia datang dari sebelah Timur dan dia adalah pemegang panji-panji Al Mahdi”. (dari kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti)

Dari Tsauban R.A, dia berkata, telah bersabda Rasulullah SAW, akan datang Panji Panji Hitam dari sebelah Timur, seolah olah hati mereka kepingan kepingan besi. Barangsiapa mendengar tentang mereka, hendaklah datang kepada mereka dan berbaiatlah kepada mereka sekalipun merangkak diatas salju. (dikeluarkan dari Al Hasan bin Sofyan dari Al hafiz Abu Nuaim) (dari kitab Al Hawi lil fatawa oleh Imam Sayuti)

Dari Hadist-hadist diatas, kebangkitan Islam kedua ternyata akan dimulai dari Timur. Tetapi pertanyaanya Timur sebelah mana? Jika kita melihat pola penyebaran Islam ketimur oleh para sahabat dan para tabiin, tabiut tabiin serta para pejuang-pejuang dahulu, kita akan melihat bahwa mereka bergerak kearah Timur hingga berhenti ke wilayah Asia Tenggara ini. Telah kita ketahui menurut sejarah bahwa PengIslaman Indonesia banyak dilakukan oleh saudagar-saudagar dari hujurat. Tapi sebenarnya pedagang-pedagang dari hujurat itulah utusan-utusan dari khalifah-khalifah Islam zaman itu untuk mengislamkan timur. Rasulullah memang tidak menyebutkan Timur sebelah mana. Tetapi jika kita kaji, kita lihat sejarah dengan teliti maka kita akan dapat melihat suatu pola yang cukup memberi alasan logis mengapa Asia Tenggara adalah Timur yang dimaksudkan.
Contoh saja Jawa atau Nusantara secara umumnya. Sebelum Islam masuk, Nusantara adalah daerah beragama budha-hindu dan menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Lalu datanglah beberapa gelombang wali-wali yang langsung berasal dari timur tengah. Mereka terkenal dengan sebutan wali songo. Banyak ditemukan di beberapa daerah di Indonesia makam para wali-wali. Bahkan di daerah Barus, Sumatra Utara, ditemukan makam Sahabat Rasulullah yang di nisan tersebut bernama Syeikh Rukunuddin.
Jika kita cermati lagi setelah Indonesia dijajah selama 350 Tahun oleh penjajah Belanda saat itu yang salah satu misinya adalah mengkafirkan umat Islam di Nusantara, tetapi ternyata umat Islam dia Asia Tenggara tidak dapat di musnahkan, malah semakin membesar. Hal ini tidak terjadi di Afrika. Penjajahan di Afrika dapat mengubah agama di sana yang semula Islam menjadi bukan Islam. Kita bisa melihat sejarah Senegal, Mali, Nigeria dan sebagainya.
Selain itu, di tanah Nusantara ini kepercayaan terhadap Imam Mahdi sangat kuat. Mereka mengenalnya dengan nama Ratu Adil. Hal ini berkat dari para wali dan juga kitab-kitab yang ada di nusantara ini yaitu joyoboyo:babad cirebon.
Mengapa hal itu terjadi?Mengapa para wali atau yang disebut oleh ahli sejarah sebagai pedagang dari Hujarat itu datangnya ke Tanah Air, tidak ke China, ke Roma, atau Persia yang waktu itu menjadi Empire. Jawabannya adalah karena mereka menagih janji Tuhan melalui Rasulullah SAW bahwa Islam akan bangkit untuk kedua kalinya di bumi sebelah Timur. Hati mereka digerakan oleh Tuhan untuk mempersiapkan timur ini. Kita adalah orang Timur. Sebenarnya ini adalah kasih sayang Tuhan kepada kita. Hanya Melayulah bangsa yang belum pernah memegang kekuasaan dunia. Tetapi Tuhan menjanjikannya melalui Kebangkitan Islam kedua.

4. Tokoh Kebangkitan Islam Kedua
Mon, 2007-04-16 12:44 — admin
Pemimpin yang dijanjikan dalam kilasan sejarah Islam
Kemenangan dan kejayaan umat Islam selalu dimulai dari lahirnya seorang pemimpin yang ditunjuk oleh Tuhan. Dalam sejarah agama Islam, Dalam sejarah Umat Islam beberapa kali Allah menjanjikan adanya kemenangan umat Islam di bawah seorang pemimpin, dan beberapa janji itu telah terwujud. Salah satu diantaranya adalah jatuhnya Konstantinopel kepada umat Islam. Rasulullah SAW bersabda :

Konstantinopel akan jatuh ke tangan seorang pemimpin yang baik lagi beragama, (tentaranya) tidak melampaui batas, tidak mencuri dan (rakyatnya) tidak menipu dan tidak bergaul bebas (Riwayat Abu Dawud)
Mengenai pemimpin di akhir zaman, Rasulullah SAW bersabda
:
“Akan keluar dari sulbi ini seorang pemuda yang akan memenuhi bumi ini dengan keadilan. Maka apabila kamu meyakini demikian itu, hendaklah kamu bersama Pemuda dari Bani Tamim itu. Sesungguhnya dia datang dari sebelah Timur dan Dialah pemegang Panji Panji Al Mahdi. " (Riwayat Ahmad)
Daripada Al Hassan, bahwasanya Nabi menyebut akan bala yang menimpa keluarganya sehinggalah ALLAH mengutus Panji Panji Hitam dari Timur, barangsiapa yang menolongnya, ALLAH akan menolongnya dan barangsiapa yang menghinanya ALLAH akan menghinanya, hinggalah mereka itu mendatangi seorang lelaki yang namanya seperti namaku. Mereka pun melantiknya memimpin mereka, maka ALLAH pun membantu dan menolongnya

Dari Abdullah Bin Mas’Ud dia berkata : Ketika kami berada di sisi Rasulullah SAW tiba tiba datang sekumpulan anak muda dari kalangan bani Hasyim. Apabila terpandang akan mereka, maka kedua mata Rasulullah SAW berlinang air mata dan wajah Baginda berubah. Aku pun bertanya,”Mengapakah kami melihat pada wajahmu sesuatu yang tidak kami sukai?” Baginda menjawab, “kami ahlul bait telah ALLAH pilih untuk kami akhirat lebih dari dunia. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran selepasku kelak sehinggalah datang suatu kaum dari sebelah timur dengan membawa bersama sama mereka panji panji berwarna hitam. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kejayaan lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu tetapi mereka tidak menerimanya sehinggalah mereka menyerahkannya kepada seorang lelaki dari kaum kerabatku yang memenuhi bumi ini dengan keadilan sebagaimana ia dipenuhi oleh kedurjanaan. Barangsiapa diantara kamu yang sempat menemuinya, maka datangilah mereka, walaupun merangkak diatas salju. Sesungguhnya dia adalah AL MAHDI . (Sunan at-Tarmizi, Jilid 9; Sunan Abu Daud, Jilid 5).
Nabi SAW bersabda:
"Allah akan mengeluarkan dari persembunyiannya al-Mahdi (iaitu) dari kalangan kaum keluargaku sejurus sebelum hari kiamat walaupun kiamat itu cuma tinggal sehari sahaja. Dia akan menyebarkan keadilan dan kesaksamaan di atas muka bumi ini dan menghapuskan kezaliman dan penindasan." (Musnad Ahmad Ibnu Hanbal, Jilid 1)
Telah jelas di beberapa hadist di atas bahwa aktor kebangkitan Islam kedua tak lain adalah Imam Mahdi atau Muhammad bin Abdullah kedua. Dialah orang yang paling ditakuti musuh-musuh Islam di akhir zaman. Imam Mahdi adalah seorang laki-laki yang ciri-cirinya telah diberi tahu oleh Rasulullah SAW. Namanya seperti nam Rasulullah, nama ayahnya seperti nama Ayah Rasulullah dan dia adalah keturunan Rasulullah SAW. Jadi ciri-ciri ini adalah jelas, Namanya adalah Muhammad Bin Abdullah, bukan Muhammad bin fulan atau bin yang lain. Imam Mahdi akan mendapatkan pemerintahan dalam semalam. Tetapi sebelumnya ada seorang tokoh lagi yang mempersiapkan tapak bagi Imam Mahdi. Tokoh ini adalah tangan kanan Imam Mahdi yang nanti akan memberikan kekuasaan yang telah didapatkannya hanya dalam semalam kepada Imam Mahdi. Tokoh yang jarang disebutkan ini adalah Putera Bani Tamim atau Pemuda Bani Tamim atau Al Mansyur atau Sueb bin Shaleh atau Fata At Tamimi. Dia datang dari Timur dan dia lah pembawa panji-panji hitam. Tentang Putera Bani Tamim ini jarang dibahas karena hadist-hadist mengenai tokoh ini sudah banyak di hancurkan oleh musuh terutama saat penyerangan Mongol kepada Umat Islam.
Namun, siapa saja yang mendengar tentang Putera Bani Tamim, Rasulullah meminta kita untuk mendatanginya walapun merangkak diatas salju. Karena pada dialah panji-panji Al Mahdi ada, pada dialah kunci-kunci tapak kebangkitan Islam kedua sebelum diserahkan kepada Imam Mahdi. Pemuda Bani Tamim datang dari Timur. Banyak ulama-ulama muntabar yang menyatakan Timur yang dimaksud adalah Asia Tenggara. Pemuda Bani Tamim akan mendapatkan kekuasaan atau sebuah pemerintahan di Timur. Selanjutnya kekuasaan itu akan diserahkan kepada Imam Madi atau Muhammad bin Abdullah kedua.
Jika begitu, bagaimana sikap kita sebagai umat Islam di Timur yang berada di akhir zaman? Carilah Fata At Tamimi, karena hanya pada dialah kunci-kunci Al Mahdi berada.
Hadist-hadist tentang Imam Mahdi adalah mutawatir maknawi. Banyak yang menyebutkan, dan juga ada di kitab-kitab ulama-ulama muktabar. Beberapa diantaranya sebagai referensi disebutkan di bawah ini :

65. Sahih al-Bukhari, Kitab Bad’ ul-Khalq wa Nuzul Isa, Jilid 4.
66. Imam Muslim, Sahih Muslim, Jilid 1, Jilid 2, Bab Nuzul Isa, Bab 1
67. Imam Abu Daud, Sunan Abu Daud, Jilid 2, Jilid 3 & Jilid 5.
68. Imam at-Tarmizi, Sahih at-Tarmizi, Jilid 2, Jilid 9.
69. Imam Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, Jilid 2.
70. Imam Ahmad bin Hanbal, Musnad Imam Ahmad, Jilid 1 & Jilid 3.
71. Imam an-Nasaie, Sunan an-Nasaie.
72. Imam Al-Hakim, Mustadrak as-Sahihain, Jilid 4.
73. Imam Ibnu Hajar al-Haitami, As-Sawa’iqul Muhriqah.
74. Imam Ibnu Hajar al-Haitami, Al-Qaulul Mukhtasar fi Alamatil Mahdiyul Muntazar.
75. Imam Ibnu Tawus, Kitabul Malahim wal Fitan.
76. Imam at-Tabrani, Al-Majma’.
77. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Fathul Bari, Jilid 7.
78. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Tahzibus Sabit, Jilid 9.
79. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Fathul Bari, Jilid 7.
80. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Nuzhatun Nazar.
81. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Lisanul Mizan, Jilid 1.
82. Ibnu Sabbagh al-Maliki, Al-Fusulul Muhimmah, Jilid 12.
83. Imam Mahyuddin Ibnu Arabi al-Hatimi, Al-Futuhatul Makkiyah.
84. Fathul Muhimmah (edisi kedua).
85. Futuhatul Islamiyah, (edisi Makkah) Jilid 2.
86. Imam As-Suyuti, Kitab Al-Hawi Lil Fatawa, Jilid 2.
87. Imam As-Suyuti, Al-Urful Wardi.
88. Imam As-Suyuti, Alamat Qiyamat.
89. Imam As-Suyuti, Al-Jami’us Saghir.
90. Imam As-Syakrani, Tanbihul Mughtarrin.
91. Ibnu Asir, Kamilut Tawarikh, Jilid 1.
92. Al-Yaaqubi, Tarikh, Jilid 3.
93. Imam Syamsuddin Abu Abdillah al-Ansari Al-Qurtubi, At-Tazkirah Fi Ahwalul Mauta wa
94. Ahwalul Akhirah.
95. Imam Al-Baihaqi, Sunanul Kubra.
96. Ibnu Asakir, Tarikh, Jilid 4.
97. Imam at-Tabari, Tarikhul Umam Wal Muluk (Tarikh at-Tabari), Jilid 7.
98. Imam Ibnu Kasir, Alamat Yaumul Qiyamah.
99. Imam As-Sakhawi, Fathul Mughith, Jilid 3.
100. Imam Az-Zurqani, Syarhul Mawahibul Ladunniyyah, Jilid 5.
101. Imam Ali bin Abu Bakar al-Haitami, Majma’ul Zawaid (ed. Kaherah), Jilid 7.
102. Said Muhammad Hasan, Al-Mahdiyah fil Islam (Kaherah, 1373H).
103. Kanzul Ummal, Jilid 7.
104. Al-Hafiz Abu Nuaim, Aqdud Durar Fi Akhbaril Mahdiyul Muntazar, Jilid 12, Bab 1.
105. Kanji As-Syafie, Al-Bayan fi Akhbar Sahibuz Zaman, Bab 12.
106. Ubaidallah Hindi Hanafi, Arjahul Matalib.
107. Imam Abu Bakar al-Iskafi, Fawa’idul Akhbar.
108. Imam Abu Bakar al-Iskafi, ‘Aqdud Durar fi Akhbaril Muntazar.
109. Muhammad Taisir Zibyan, Ahlul Kahfi.
110. Abul Fadhal Abdullah bin as-Siddiq al-Husaini al-Idrisi al-Maliki, Ph.D., Al-Mahdiyul Muntazar.
111. Syeikh Osman Jalaluddin, Ad-Durratun Nafi’ah fi Isyaratus Sa’ah, Bahagian 1 & 2.
112. Pehin Datu Seri Maharaja Dato’ Seri Utama Sahibul Fadhilah Haji Ismail bin Omar Abdul Aziz, Ringkasan Akidah Ahli Sunnah wal Jemaah.
113. Yusuf bin Yahya bin Ali bin Abdul Aziz al-Maqdisi asy-Syafie as-Sullami, Aqdud Durar fi Akhbaril Muntazar.
114. Mustaffa Suhaimi, Al Mahdi Nama Yang Paling Dipertikai dan Sering Dieksploit Sepanjang Sejarah Umat Islam.
115. Ustaz Haji Ashaari Muhammad, Siapa Mujaddid Kurun Kelima Belas?
116. Ustaz Haji Ashaari Muhammad, Aurad Muhammadiah Pegangan Darul Arqam, Sekaligus Menjawab Tuduhan.
117. Ustaz Haji Ashaari Muhammad, Berhati-hati Membuat Tuduhan.
118. HM Thalib Lubis, Imam Mahadi.
119. Muhammad Labib Ahmad, Siapa Imam Mahadi?
120. Ibnu Khaldun, al-Muqaddimah (edisi Kaherah).
121. Ahmad Thompson, Dajjal, The King Who Has No Clothes.
122. Muhammad As-Saban, As’afur Raghibin.
123. Shablanji, Nurul Absar.
124. Allamah Ahmad bin Muhammad bin Siddiq al-Ghumari al-Husni, Abrazul Waham al-Maknun.
125. Imam Nuaim bin Hammad, Al-Fitan.
126. Ahmad bin Jaafar bin Al-Munadi, Kitabul Malahim.
127. Hamud bin Abdullah at-Tuwaijiri, Al-Ihtijaj bil Asar ‘Ala Man Ankaral Mahdiyul Muntazar.
128. BAHEIS, JPM Malaysia, Mastika Hadis (Jilid 1).

sumber : internet


kekuatan-sedekah

menyikapi-kesulitan-hidup

menghiasi-hati-dengan-menangis

menjelang-sakaratul-maut-sebuah-akhir-dari-kehidupan

tentang-kehancuran-bumi-ditahun-2052

Renungan-untuk-suami-suami-bila-istri-cerewet

tentang-luasnya-neraka

ketika-iblis-membentangkan-sajadah

jembatan-maaf

perjalanan-spiritual-seorang-mualaf-ingin-melihat-Tuhan

12-barisan-diakhirat

kisah-nyata-mati-suri

dashyatnya-proses-sakaratul-maut

perjalanan-menuju-kematian

sesaat-setelah-ruh-dicabut

alam-kubur--alam-ke5-dari-14alam-yang-akan-kita-lewati

Tujuh-tingkatan-nafsu

bagaimana-cara-mengenal-nafsu-dan-cara-mengendalikannya

islam-yang-kuat-dan-pemeluknya-yang-lemah

Ilmu-yang-sia-sia

ternyata-ikhlas-itu-memiliki-saudara-kembar

kebangkitan-islam-yang-kedua

tanda-tanda-kiamat

tentang-dajjal

tanda-tanda-kiamat

12-azab-bagi-mereka-yang-meninggalkan-sembahyang

orang-orang-yang-didoakan-oleh-para-malaikat

bulan-yang-terbelah

jual-beli-saham-itu-haram-mengapa?

kekuatan-tersembunyi-petir

perang-salib

kapan-berdoa-dengan-mengangkat-tangan

mengatur-hari-hari-agar-penuh-barokah

kemana-engkau-akan-melangkah

kebodohan-merupakan-sifat-penghuni-neraka

perihal-pertanyaan-kubur-oleh-malaikat

bagaimana-agar-turun-pertolongan-dari-allah-swt

hukum-hukum-yang-berkaitan-dengan-jambang-dan-jenggot

janji-allah-swt-bagi-orang-yang-akan-menikah

suatu-kekayaan-yang-tiada-habis

hukum-nikah-dalam-keadaan-hamil

pria-mendapatkan-bidadari-disurga-lalu-wanita-mendapatkan-apa

hukum-majalah-porno-dan-bahaya-nya

membongkar-kesesatan-dan-kedustaan-achmadiyah

74-wasiat-untuk-para-pemuda

apakah-sunnah-bagi-laki-laki-memanjangkan-rambutnya

data pengunjung angga chen

Pharmacy Directory
Pharmacy Directory